Shinta Primadewi, Ekspor Kacang Kenari ke Singapura hingga Eropa

Lintang | Kamis, 09 Januari 2020 - 16:24 WIB
timurasa.com

Produk pertanian tersebut didatangkan dari 10 komunitas petani yang tersebar di wilayah Medan, Jawa Barat, Lampung, Banten, hingga Sulawesi.

 

“Awalnya kami menjual kenari panggang orisinal kemudian berkembang menjadi camilan kenari dengan lima varian rasa yakni bawang putih, pedas, cokelat, daun kelor, dan andaliman,” ungkapnya.

 

Waktu riset varian rasa untuk kenari panggang kata Shinta produk tersebut sarat nilai gizi.

 

Moringa atau daun kelor misalnya, sangat kaya vitamin, mineral, dan fitokimia. Setelah kami coba perkenalkan ke toko-toko yang bekerja sama dengan kami ternyata mereka berminat. Akhirnya kita produksi daun kelor dalam bentuk bubuk, begitu juga andaliman dan cokelat,” papar Shinta.

 

Total kini ada 17 jenis produk yang dijual oleh Timurasa. Angka produksinya sendiri berbeda-beda. Untuk kenari, bisa diproduksi sekitar 500 kg per bulan. Daun kelor, sekitar 100-200 kg per bulan sementara gula aren mencapai 1,2 ton per bulan.

 

Angka yang cukup besar, mengingat Shinta memasarkan produknya dengan mengandalkan konsep business to business (B2B) ke beberapa restoran dan hotel di Jakarta dan Surabaya.

 

“Kacang kenari Timurasa sejak awal sudah kami ekspor ke pasar Eropa sementara gula aren sudah dikirim ke Singapura,” sebut Shinta bangga.

 

Untuk meningkatkan kemampuan para petani, Timurasa mengadakan pelatihan secara berkala. Timurasa juga mengedukasi petani untuk bisa memproduksi dan menemukan pasar yang lebih luas untuk produk pertanian mereka.

 

“Di Timurasa, kami punya koordinator per masing-masing wilayah yang bertugas meningkatkan kemampuan para petani mulai dari produksi sampai kontrol kualitas,” jelas Shinta.